Analisis Perbedaan Produksi Energi Akibat Pola Operasional pada Sistem PLTS Atap dengan Pembanding Simulasi PVWatts
Main Article Content
Abstract
Sistem fotovoltaik (PV) atap yang dipasang pada gedung pemerintah memiliki
potensi besar dalam mendukung target transisi energi nasional. Namun, kinerja
aktual sistem sering kali berbeda dari hasil simulasi akibat karakteristik operasional
bangunan. Penelitian ini menganalisis kinerja sistem PV atap berkapasitas 30 kWp
yang terpasang pada sebuah gedung pemerintah di Kota Semarang dengan
membandingkan produksi energi aktual periode 2020–2024 terhadap hasil simulasi
menggunakan PVWatts. Data selama lima tahun menunjukkan bahwa rata-rata
produksi energi aktual harian sebesar 29,11 kWh/hari, sekitar 15–25% lebih rendah
dibandingkan estimasi PVWatts. Penyebab utama deviasi ini meliputi pola
operasional gedung yang hanya berlangsung lima hari kerja, sehingga mengurangi
potensi penyerapan energi sekitar 28,6% pada akhir pekan, serta kondisi beban
rendah selama masa pandemi COVID-19 yang menyebabkan inverter beroperasi
pada daerah efisiensi yang lebih rendah. Faktor lain yang turut berkontribusi meliputi suhu lingkungan yang tinggi, penurunan kinerja modul akibat efek termal (thermal derating), serta asumsi PVWatts yang menganggap operasi sistem berlangsung penuh selama tujuh hari dalam seminggu. Meskipun demikian, analisis Performance Ratio (PR), khususnya PR terkoreksi, menunjukkan bahwa sistem beroperasi secara normal sesuai dengan kondisi operasional aktual. Temuan ini menegaskan bahwa perbedaan antara hasil simulasi dan kinerja aktual tidak selalu menunjukkan adanya gangguan sistem, melainkan mencerminkan realitas operasional di lapangan. Hasil penelitian ini memberikan wawasan penting dalam meningkatkan strategi pemantauan dan pengelolaan instalasi PV pada fasilitas pemerintah.