Manajemen Risiko Bencana pada Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan di Kawasan Rawan Bencana Bromo
Main Article Content
Abstract
Pengembangan pariwisata di kawasan aktif vulkanik seperti Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menghadapi dilema antara potensi pertumbuhan ekonomi dan risiko bencana alam yang mengancam keselamatan wisatawan serta keberlanjutan infrastruktur. Ketidakpastian aktivitas vulkanik menuntut adanya sistem manajemen risiko yang terintegrasi untuk memitigasi dampak kerugian fisik maupun citra destinasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi manajemen risiko bencana dalam mendukung pariwisata berkelanjutan di kawasan Bromo melalui identifikasi bahaya, penilaian kerentanan, dan perumusan rencana kontinjensi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kasus, melibatkan observasi lapangan dan wawancara mendalam terhadap 12 informan kunci dari pengelola taman nasional, pelaku jasa wisata, dan otoritas penanggulangan bencana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapsiagaan teknis di kawasan Bromo sudah cukup baik, namun masih terdapat kelemahan pada koordinasi komunikasi krisis antar- stakeholder (p<0.05). Disimpulkan bahwa integrasi kearifan lokal masyarakat Tengger ke dalam protokol mitigasi modern merupakan kunci resiliensi destinasi. Strategi ini direkomendasikan sebagai model tata kelola destinasi pariwisata berbasis risiko di wilayah vulkanik aktif lainnya di Indonesia.