Hubungan Literasi Kesehatan dengan Kepatuhan Minum Obat Pasien TB di RSUD Ngudi Waluyo Blitar
Main Article Content
Abstract
Penyakit Tuberkulosis (TB) tetap menjadi beban kesehatan global yang signifikan dengan tantangan utama berupa rendahnya angka kepatuhan minum obat yang memicu risiko resistensi obat. Literasi kesehatan pasien dianggap sebagai determinan kritis dalam memahami instruksi medis dan menjalankan prosedur pengobatan jangka panjang yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat literasi kesehatan dengan kepatuhan minum obat pada pasien TB di RSUD Ngudi Waluyo Blitar. Metode penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross- sectional , melibatkan 75 responden yang dipilih melalui teknik simple random sampling . Pengukuran literasi kesehatan menggunakan instrumen HLS- EU- Q16 dan tingkat
kepatuhan diukur dengan kuesioner MMAS-8. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif yang signifikan antara literasi kesehatan yang tinggi dengan tingkat kepatuhan minum obat (p-value = 0,001), di mana 68% responden dengan literasi rendah memiliki kepatuhan yang buruk. Disimpulkan bahwa kemampuan pasien dalam mengakses dan memahami informasi kesehatan secara akurat sangat menentukan keberhasilan terapi TB, sehingga diperlukan program edukasi kesehatan yang lebih interaktif di fasilitas layanan kesehatan.