Analisis Pengelolaan Limbah Medis B3 pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama di Kabupaten Sidoarjo

Main Article Content

Suparno

Abstract

Peningkatan volume limbah medis Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) menuntut sistem pengelolaan yang rigid guna mencegah risiko pencemaran lingkungan dan penularan penyakit infeksius. Di Kabupaten Sidoarjo, pertumbuhan jumlah Puskesmas dan klinik swasta tidak selalu dibarengi dengan kesiapan infrastruktur pengelolaan limbah yang sesuai standar regulasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kepatuhan pengelolaan limbah medis B3 di FKTP berdasarkan parameter reduksi, pemilahan, penyimpanan, dan pengangkutan. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik observasi lapangan menggunakan lembar checklist standar Permen LHK No. 56 Tahun 2015 pada 15 FKTP sebagai sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan agregat berada pada angka 65,4%, dengan kendala utama pada aspek penyimpanan sementara yang melebihi batas waktu (p<0.05). Disimpulkan bahwa sistem pengelolaan limbah medis di tingkat primer masih memerlukan perbaikan pada koordinasi dengan pihak ketiga dan penyediaan sarana penyimpanan dingin (cold storage) untuk limbah infeksius. Rekomendasi praktis disusun berdasarkan temuan empiris yang telah divalidasi. 

Article Details

Section

Articles